Showing posts with label market. Show all posts
Showing posts with label market. Show all posts

27 March 2019

PERBEDAAN PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF

PENELITIAN KUANTITATIF
Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang dimaksud untuk mengungkapkan gejala secara holistik-konstektual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kuantitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Penelitian kuantitatif lebih menonjol disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh dengan nilai-nilai otentik.
Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menitikberatkan pada pengukuran dan analisis hubungansebab-akibat antara bermacam-macam variabel, bukan prosesnya, penyelidikan dipandang berada dalam kerangka bebas nilai. (blog.uin-malang.ac.id/abdulaziz/files/2010/08/Az-Metodologi-Penelitian-Penelitian-Kualitatif-Kuantitatif.pdf)

PENELITIAN KUALITATIF
Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, maupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya yang kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di laporan.
Penelitian kualitatif adalah penekanan pada proses dan makna yang tidak dikaji secara ketat atau belum diukur, menekankan sifat realita yang terbangun secara sosial, hubungan erat antara yang diteliti dengan peneliti, tekanan situasi yang membentuk penyelidikan, sarat nilai, menyoroti cara munculnya pengalaman sosial sekaligus perolehan maknanya. 
PERBEDAAN PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF
Penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif mengambil jarak antara peneliti dengan obyek yang diteliti, menggunakan instrumen-instrumen formal, standar, dan bersifat mengukur. Sedangkan penelitian kualitatif menyatu dengan situasi dan fenomena yang diteliti, menggunakan peneliti sebagai instrumen.
Berdasarkan Williams (1988) ada lima pandangan dasar perbedaan antara pendekatan kuantitatif (istilah Williams dengan kuantitatif positivistik) dan kualitatif. Kelima pendangan dasar  perbedaan tersebut adalah:
  1. 1.      Bersifat realitas, pendekatan kuantitatif melihat realitas sebagai tunggal, konkrit, teramati, dan dapat difragmentasi. Sebaliknya pendekatan kualitatif melihat realitas ganda (majemuk), hasil konstruksi dalam pandangan holistik. Sehingga peneliti kuantitatif lebih spesifik, percaya langsung pada obyek generalis, meragukan dan mencari fenomena pada obyek yang realitas.
  2. 2.      Interaksi antara peneliti dengan obyek penelitiannya, pendekatan kuantitatif melihat sebagai independen, dualistik bahkan mekanistik. Sebaliknya pendekatan kualitatif melihat sebagai proses interaktif, tidak terpisahkan bahkan partisipasif.
  3. 3.      Posibilitas generalis, pendekatan kuantitatif bebas dari ikatan konteks dan waktu (nomothetic statements), sedangkan pendekatan kualitatif terikat dari ikatan konteks dan waktu (idiographic statements).
  4. 4.      Posibilitas kausal, pendekatan kuantitatif selalu memisahkan antara sebab riil temporal simultan yang mendahuluinya sebelum akhirnya melahirkan akibat-akibatnya. Sedangkan pendekatan kualitatif selalu mustahilkan usaha memisahkan sebab dengan akibat, apalagi secara simultan.
  5. 5.      Peranan nilai, pendekatan kuantitatif melihat segala sesuatu bebas nilai, obyektif dan harus seperti apa adanya. Sebaliknya pendekatan kualitatif melihat segala sesuatu tidak pernah bebas nilai, termasuk si peneliti yang subyektif.

Suka Duka Ketika Hari Ulang Tahun



Sumarni Bayu Anita, S. Sos. M.A ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang Bersama Mahasiswa/i Semester VI

Ulang tahun adalah hari kelahiran seseorang, menandai hari dimulainya kehidupan di luar rahim. Dalam beberapa kebudayaan, memperingati ulang tahun seseorang biasanya dirayakan dengan mengadakan pesta ulang tahun dengan keluarga dan/atau teman. Hadiahsering diberikan pada orang yang merayakan ulang tahun. Pada saat seseorang ulang tahun, sudah menjadi kebiasaan untuk memperlakukan seseorang secara istimewa pada hari ulangtahunnya. pertama kali mengadakan pesta ulang tahun adalah orang Nasrani Romawi. Beberapa batang lilin dinyalakan sesuai dengan usia orang yang berulang tahun. Sebuah kue ulang tahun dibuatnya dan dalam pesta itu, kue besar dipotong dan lilinpun ditiup. (Parasit Aqidah. A.D. El. Marzdedeq, Penerbit Syaamil, hal. 298).
  Pada hari ulang tahun tersebut bermacam perasaan yang dirasakan oleh mereka yang memperingati hari lahir tersebut, ada rasa sedih karena usianya bertambah dan tidak muda lagi, ada juga perasaan senang karena mendapat perhatian dari orang-orang di sekeliling kita. Seperti itulah yang dirasakan oleh Sumarni Bayu Anita, S. Sos. M.A ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang. Dirinya mengucapkan Terima kasih untuk kejutan yang telah diberikan oleh para mahasiswanya tercinta. Iapun mengatakan Usia terus beranjak. Hanya rasa syukur yang slalu ingin terucap atas semua cerita yang sudah dijalani. Hingga berada di titik ini, di usia ini. Tidak ada yg lebih berharga dari keberadaan orang-orang terkasih yang selalu ada buat kita. Keluarga, sahabat, mahasiswa/i yang selalu mengganggap saya ibu dosen yang hebat meski saya pastinya tidak sempurna. Saya selalu berdoa yang terbaik untuk kalian semua. Terima kasih untuk kuenya yang enak. 

Adanya Candradimuka Televisi (C TV), STISIPOL Candradimuka Belajar Langsung Praktek


Televisi komunitas pertama di perguruan tinggi

Satu lagi kelebihan dari Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang, dengan adanya Candradimuka Televisi (C TV) yang diresmikan oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin pada tanggal 7 Februari 2009 lalu. C TV ini bukti kelebihan dari jurusan Ilmu komunikasi. Selain bakal menjadi televisi komunitas pertama di perguruan tinggi dalam wilayah kerja Kopertis II, CTV ini juga merupakan tempat praktek para mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi untuk belajar cara berkomunikasi baik sebagai cameramen, presenter, pembawa berita, live straiming dan akting.     Menurut Direktur Utama C TV Ismail Djalili saat beraudensi dengan Gubernur Sumsel lalu,  televisi tersebut sebagai sarana pendidikan dilingkungan kampus. Para kru terdiri dari mahasiswa yang menempuh pendidikan di Stisipol Candradimuka saat ini. Sedangkan Ketua Stisipol Candradimuka Lishapsari Prihatini mengatakan, bahwa channel C TV pada 62 UHF dengan daya 300 watt yang menggunakan antena setinggi 50 meter. Jam tayang C TV yang merupakan televisi komunitas selama dua jam, pukul 16.00-18.00 WIB.Waktu itu Gubernur Alex menyambut baik berdirinya C TV tersebut dengan studio di Kampus Stisipol Candradimuka, Palembang. Namun ia mengharapkan bahwa sebagai televisi komunitas yang bergerak didunia pendidikan, kedepan tidak mengubah apa yang telah diprogramkan. Meski demikian Alex berharap C TV bisa berkembang seperti televisi lain yang sudah ada tanpa meninggalkan misi pendidikan dan Ini satu-satunya lembaga pendidikan yang memiliki televisi komunitas.


HUT Radio Elshinta ke-19 Kerjasama Dengan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka, Buktinyata Keberhasilan Seorang Ketua Jurusan


HUT Radio Elshinta yang ke-19 yang bekerjasama dengan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka, GenPI Sumsel dan Himakom STISIPOL Candradimuka.

Kerja keras kepala kejuruan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka palembang Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A selama ini untuk membuat anak didiknya bisa muncul sebagai pemeran di erah millenial patut di acungi jempol, hal ini terbukti dengan adanya Kerjasama Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka dengan Radio Elshinta pada saat ulang tahun radio elshinta yang ke-19. dalam acara Seminar Broadcasting Radio bersama Anggun Prisma (Anchor Elshinta Palembang) dan Haris Ansor (Pemenang Pembaca Berita Radio KPID Sumsel Award 2018) serta Talkshow Interaktif bersama GenPI Sumsel dengan Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A (Ketua Umum GenPI Sumsel) sukses dilaksanakan di Aula Ismail Djalili STISIPOL Candradimuka Palembang, hari ini Selasa, 12 Februari 2019. Tidak tanggung-tanggung para anak kejuruan Ilmu Komunikasi menunjukan bakat dan keahlian mere dengan adanya penampilan lawak dari Komunitas Wong Gerot, pelaksanaan Lomba Presenter Radio di Studio TV Candradimuka, serta pengumuman Lomba Presenter Radio dan Lomba Vlog.
REFERENSI Istilah generasi millennial memang sedang akrab terdengar. Istilah tersebut berasal dari millennials yang diciptakan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya. Millennial generation atau generasi Y juga akrab disebut generation me atau echo boomers. Secara harfiah memang tidak ada demografi khusus dalam menentukan kelompok generasi yang satu ini. Namun, para pakar menggolongkannya berdasarkan tahun awal dan akhir. Penggolongan generasi Y terbentuk bagi mereka yang lahir pada 1980 - 1990, atau pada awal 2000,
Salam Komunikasi!!!

26 March 2019

STISIPOL Palembang, Resmikan Magister Ilmu Komunikasi Politik Dan Corporate Marketing Communication

peresmian Magister Ilmu Komunikasi Dan Corporate Marketing Communication STISIPOL Candradimuka Palembang

PALEMBANG - Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (STISIPOL) Candradimuka Palembang hari ini resmi membuka Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Dan Corporate Marketing Communication, yang mana keduaprogram ini hanya membutuhkan waktu hanya dua tahun pendidikan.
  Ketua Rektor STISIPOL Candradimuka Palembang,Dr. Hj. Lihabsari Prihatini, MSi menjelaskan pada saat jumpa pers di Aula
Mini Ismail Djalili Sabtu 23 Maret 2019. Menurut dia program Pascasarjana
ilmu komunikasi ini sengaja ia kembangkan mengingat semakin majunya
teknologi, oleh sebab itu untuk mengimbangi kemajuan zaman tersebut dirinya berupaya menciptakan sumber daya manusia yang mumpuni baik dalam segi teknologi informasi maupun dalam dunia perbisnisan .
   " Harapan saya dengan adanya S2 ilmu komunikasi tersebut, dapat
menghasilkan dan  meluluskan SDM-SDM yang berkompeten di bidang ilmu
komunikasi baik sekala nasional maupun internasional, sesuai dengan visi
dan misi yang telah kita rancang." Ungkapnya.
  Senada dikatakan ketua jurusan S2 Komunikasi Budi Santoso, M. Com
mengatakan meskipun baru dua program yakni Studi Magister Ilmu Komunikasi
Dan Corporate Marketing Communication dirinya akan semaksimal mungkin untuk
berupaya mengembangkan program-program yang lain.
  " Untuk pemula ini kita baru ada dua program yaitu program Studi Magister
Ilmu Komunikasi Dan Corporate Marketing Communication, kita konsentrasi ke
sana dulu, sebab kita melihat di erah yang serba canggih ini kedua program
ini sangat tepat dan sangat di butuhkan, kami yakin lulusan S2 Komunikasi
ini insyaallah akan dicari oleh perusahaan-prusahaan baik asing maupun
dalam negri," ujarnya.
    Dilanjutkan Budi, untuk jadwal perkuliahan di S2 Komunikasi ini terdiri
dari tiga pilihan yaitu. Kelas Reguler pagi hanya Rabu dan Kamis  di mulai
pukul 08: 00 wib hingga selesai, reguler soreh Rabu dan Kamis pukul 16:30
Wib hingga selesai, dan Non reguler hari Sabtu di mulai sejak pukul 08:00
hingga selesai.
  " Total SKS ada 38 SKS dari 16 Mata Kuliah, bagi yang berminat silahkan
mendaftar diri, kita buka setiap hari kerja, dengan dosen yang mengajar
rata-rata doktor baik lulusan luar maupun dalam negri," terangnya.

Pentingnya Publick Relations Di Zaman Melanial

                                    
 Seminar Komunikasi "Peran Public Relations di Era Millenial"


Dizaman serba modren sekarang ini manusia tidak cukup hanya mengandalkan tampang yang menarik, kenderaan yang mewah dan warisan yang banyak, semua tidak akan berarti tanpa keterampilan dan skill dari manusia itu sendiri. Kesuksesan itu hanya dapat diraih oleh orang- orang yang memiliki skil bukan hanya sekadar  gelar. Gelar saja tidak menjamin seseorang untuk dapat meraih sukses atau menepati Sebua jabatan, didalam era modern dan persaingan bebas gelar sarjana yang dibangga-banggakan tidak cukup, namun SKIL dari seorang sarjana yang sangat dibutuhkan. Jika kamu berniat jadi sarjana hanya supaya punya gaji tinggi dan popularitas menjadi terkenal, siap-siap saja kecewa, sebab di era seperti ini Skil itu yang paling di utamakan bagi seorang sarjana adalah kemampuan, seperti apa
Yang telah ditampilakan oleh para nara sumber dalam Seminar Komunikasi "Peran Public Relations di Era Millenial" yang menghadirkan Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A (Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka, Ketua Umum GenPI Sumsel), Andrian Wijaya, S.I.Kom (Head Marcomm Division PT. Tunas Auto Graha), dan Anggi DJ, S.I.Kom (Presenter TVRI Sumsel). Para nara sumber ini menunjukan skill mereka sebagai Public Relations di Era Millenial yang patut dijadikan contoh oleh para kaum millenial masa kini.

     Saat memasuki dunia kerja bermodal gelar saja tidak cukup tanpa ada skill yang di miliki seseorang. Sekill atau kemampuan itu ada pada diri kita sendiri, tergantung dengan tekad serta niat seseorang untuk sukses sesuai dengan gelar yang disandang,"  dari Seminar Komunikasi "Peran Public Relations di Era Millenial" yang terlaksana dengan Sukses di Palembang Square Mall kemarin oleh para Mahasiswa/i Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang Angkatan 2016 Reguler Sore patut diapresiasi, banyak yang di dapat dari apa yang telah disampaikan oleh para nara sumber. Seminar yang di hadiri kurang lebih 50 dengan fasilitas snack, sertifikat, doorprize dari panitia dan sponsor Penerbit Salemba. "Kegiatan tersebut ternyata tidak hanya sebagai tugas kuliah, namun juga bukti eksistensi mereka sebagai calon praktisi komunikasi untuk membuktikan eksistensi diri, juga untuk sharing ilmu di bidang Komunikasi terutama di Public Relations kepada masyarakat luas. Selain seminar, kehadiran bintang tamu Ginar KDI yang menyumbangkan 2 buah lagu sangat menghibur peserta seminar maupun pengunjung Palembang Square yang hadir di Lt. 4 Food Court Palembang Square Mall pada pukul 14.00-17.00 WIB tersebut. Ternyata banyak memberi masukan dan pengalaman yang patut kita contoh.


20 March 2019

Dari Iklan Indomie Jadi Makanan Favorit & Gaya Hidup

Iklan Cerita Indomie Punya Viera 

Dari sebuah penelitian yang dilakukan Oleh Sumarni Bayu Anita,S. Sos. M.A yang berjudul Narasi Gaya Hidup Dalam Iklan yang diangkatnya dari sebuah analisis Semiotika Iklan Produk Indomie Versi ‘’ Cerita Indomie Punya Vera’’ yang telah di publikasikan pada : Jurnal Publisitas Vol.3 Agustus 2014. dari penelitian tersebut dirinya berusaha mengungkapkan analisis Semiotika Iklan Produk Indomie Versi ‘’ Cerita Indomie Punya Vera ’’. Di akhir tahun 2011 iklan tersebut paling banyak diputar di stasiun TV nasional. Dengan fokus pada persoalan gaya hidup,iklan ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari penciptaan gaya hidupm (Life Style), ternyata iklan berperan serta menjadi perumus gaya hidup masyarakat dan iklan Cerita Indomie Punya Vera ini tak pelak turut mengkonstruksi masyarakat konsumer menjadi kelompok-kelompok gaya hidup, yang pola kehidupan mereka diatur berdasarkan tema, citra dan makna simbolik yang ada di iklan tersebut.
 Berawal dari sebuah PENDAHULUAN tujuan utama dari sebagian besar dari periklanan kontemporer, termasuk dari analisis ikalan yaitu untuk berbicara secara taklangsung kepada pikiran bawah sadar. Untuk mengkaji iklan mengunakan Semiotika sebagai pisau analisis, iklan merupakan perwujutan kebudayaan, yaitu hasil akal dan daya manusia. Dalam iklan ada sejumlah hal yang tercakup yaitu pemikiran, kesenian dan teknologi . Adapun hal yang dilakukan tersebut dapat dilihat sebagai lambang berdasarkan suatu konvensi yang di sugestikan maknanya. Pensugestian ini biasanya diusahakan melalui positinoning atau penepatan suatu produk dalam citra khalayak sasaran ikan. Adapun hasil akhir suatu upaya pengiklanan diharapkan pembuatanya menjadi ‘’ konvensi baru’’ pada khalayak sasaran ( Hoed, 2011,247).
 Dalam PEMBAHASAN mencoba untuk memperjelas cara subteks dikontruksi dalam analisis sebuah iklan televisi tentang gaya hidup yang berdurasi selama 29 detik, dari Plot iklan tersebut terlihat adanya peralihan gambar yang selaras mengikuti parafrase bunyi dengan singkronitas antara gambar dan bunyi yang literal menunjukkan bahwa cerita ini memiliki alur maju dan begitu tratur.  Untuk KARAKTER dalam iklan tersebut mengunakan sosok seorang Vera sang mahasiswa yang relah berkorban dan menempuh segalah cara demi mendapatkan sebungkus mie instan makan paporitnya. Didalam SETTING iklan tersebut berlokasi di kota Rende salah satu negara Italia. Pada KESIMPULAN dari iklan ini  ternyata iklan berperan serta menjadi perumus gaya hidup masyarakat dan iklan Cerita Indomie Punya Vera ini tak pelak turut mengkonstruksi masyarakat konsumer menjadi kelompok-kelompok gaya hidup, yang pola kehidupan mereka diatur berdasarkan tema, citra dan makna simbolik yang ada di iklan tersebut.

Entri yang Diunggulkan

Hikma Yudisium Daring (Online) Menjadi Kebanggan Orangtua

Akibat Covid-19 atau yang sering kita sebut Corona membuat sebagain orang merasa kecewa, karena Gordon yang menjadi kebanggaan seharusnya di...